Rabu, 27 Juli 2011

Sergio Aguero Jalani Tes Medis

Jalan Sergio Aguero ke Manchester City semakin jelas. Striker Atletico Madrid itu sudah dijadwalkan akan menjalani tes medis dalam waktu dekat.

Aguero sendiri sudah terbang ke Manchester untuk membahas proses kepindahannya dari Atletico Madrid. Diyakini nilai transfer yang disepakati mencapai 38 juta poundsterling.


Pembicaraan mengenai kesepakatan personal antara Manchester City dan pemain akan dilakukan setelah hasil tes medis menunjukkan sinyal positif untuk Aguero bergabung.

Aguero sebelumnya sudah menyatakan tak tertarik kembali ke Atletico Madrid dan ingin bermain di Liga Primer Inggris. Sedangkan Roberto Mancini juga mengaku kagum dan tertarik memboyongnya.



Sumber : www.goal.com

MASTENK-MAN                                                        

Avenged Sevenfold - So Far Away


Never feared for anything
Never shamed but never free
A life that healed a broken heart with all that it could

Lived a life so endlessly
Saw beyond what others see
I tried to heal your broken heart with all that I could

Will you stay ?
Will you stay away forever ?

How do I live without the ones I love ?
Time still turns the pages of the book its burned
Place and time always on my mind
I have so much to say but you’re so far away

Plans of what our futures hold
Foolish lies of growing old
It seems we’re so invincible
The truth is so cold

A final song, a last request
A perfect chapter laid to rest
Now and then I try to find a place in my mind

Where you can stay
You can stay awake forever

How do I live without the ones I love ?
Time still turns the pages of the book its burned
Place and time always on my mind
I have so much to say but you’re so far away

Sleep tight, I'm not afraid
The ones that we love are here with me
Lay away a place for me
Cause as soon as I'm done I'll be on my way
To live eternally

How do I live without the ones I love ?
Time still turns the pages of the book its burned
Place and time always on my mind
And the light you left remains but it's so hard to stay
When I have so much to say and you’re so far away

I love you
You were ready
The pain is strong enough despite
But I'll see you
When He lets me
Your pain is gone, your hands are tied

So far away
And I need you to know
So far away
And I need you to
Need you to know

Sumber : www.kapanlagi.com

MAN                                            

Selasa, 26 Juli 2011

Melody Maker - Martyrium

Everytime i watch the world today
War is like the children play
and nothing we could say
Everyday people are being killed
like a scum, full of fear
and we can't just sit down here

Run for the shelter
(the bombs is coming at you)
save our childrens
(from the blast around you)
please Guide us, Ooh God
(find some peace and light)
Grind all enemies!!

And all of us will become the frontier
your Martyrium
We hold our hands to hide our tears n fears
There's nothing can save us
We hold our hands to hide our tears n fears
There's nothing can save us

Everyday i watch the window still
it's makes me ill..
The war that's so real
Everyday people are being thrilled
from the songs of bombs
so let's move your ass, baby!!

And all of us will become the frontier
Your Martyrium
We hold our hands to hide our tears n fears
our last chance of hope

And just wait till the hand of God is reaching us
The Martyrium
And Our blood will be shed just to proving you
We died for nothing
The endless war is nothing but fear,
This endless sins will haunting you

Tetap semangat                                                       

Apakah Melebur LSI & LPI Solusi Jitu?

Satu problem sepakbola Indonesia selesai. Solo, Jawa Tengah, menjadi saksi awal era baru sepakbola Tanah Air dengan memilih Djohar Arifin dan Farid Rahman sebagai ketua dan wakil ketua umum PSSI, menggantikan Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie.

Terpilihnya Djohar jelas menjadi angin segar bagi pecinta olahraga mengolah si kulit bundar. Bagaimana tidak, selama ini masyarakat Indonesia memimpikan pemimpin yang mampu memberikan totalitasnya kepada sepakbola.

Selain mereformasi PSSI, Djohar juga diharapkan memiliki target jangka panjang. Apalagi kalau bukan prestasi. Selama ini Indonesia seperti jalan di tempat.

Jangankan prestasi dunia, berjaya di kawasan Asia Tenggara saja sulit. Kita tentu masih ingat euforia masyarakat saat Firman Utina dkk berlaga di Piala AFF akhir tahun lalu. Segala lapisan masyarakat melebur menjadi satu, memerahkan Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Bahkan, ketika tim besutan Alfred Riedl (pelatih Indonesia kala itu) gagal mempersembahkan gelar juara, toh mereka tetap dianggap sebagai pahlawan bangsa. Dukungan moril tetap diberikan kepada Firman cs.

Ketika itu, sukses Indonesia menjadi runner-up kompetisi se-Asia Tenggara diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepakbola Tanah Air. Kita berharap akan ada prestasi lebih tinggi dari sekadar menjadi tim penggembira di ajang internasional.

Ironisnya, usai gelaran Piala AFF, sepakbola kita justru dihantam isu pelik. Tuntutan memberhentikan Nurdin Halid cs sebagai nahkoda PSSI yang kemudian disusul dengan munculnya liga tandingan bentukan pengusaha Arifin Panigoro, Liga Primer Indonesia.

Kehadiran LPI di satu sisi memberi warna tersendiri sebagai kompetisi di Indonesia. Tapi, kegigihan PSSI ketika itu untuk tidak mengakui keberadaan LPI menjadi masalah besar. Dualisme LPI dan Liga Super Indonesia (LSI) ini juga yang memperuncing kemelut induk organisasi tertinggi Tanah Air.

LPI muncul lantaran tidak puas dengan kepemimpinan Nurdin Halid di PSSI. Bahkan, tiga klub anggota liga yang diakui PSSI – Persema Malang, Persebaya, dan PSM Makassar- memilih nyebrang ke LPI.

Namun sejak bergulir pada Januari silam, LPI seolah jalan ditempat. Bahkan sempat tersiar kabar LPI tak mampu melanjutkan kompetisi ke putaran kedua. Nasib LPI makin tidak jelas ketika FIFA melarang Arifin maju sebagai calon ketua umum PSSI dalam Kongres Luar Biasa.

Namun, kubu Arifin menegaskan LPI akan tetap melanjutkan putaran keduanya, 17 September mendatang. Yang menjadi masalahnya adalah, bagaimana bisa dua kompetisi ini bergulir di Indonesia. Ketidakjelasan format kompetisi LPI ditengarai akan menjadi masalah tersendiri bagi sepakbola Tanah Air, hingg akhirnya peleburan LPI dan LSI pun disebut-sebut menjadi jalan keluar dualisme ini.

Sayang, rencana ini pun mendapat respon beragam. LPI dianggap berada di level berbeda dengan LSI. Seperti diketahui, klub-klub LSI butuh perjuangan berat mulai dari Divisi 1 dan Divisi Utama untuk bisa menembus LSI.

Lalu, jika LPI begitu saja dileburkan dengan LSI dipastikan akan menimbulkan kecemburuan diantara peserta Divisi 1 dan Divisi Utama. Pasalnya mereka “berdarah-darah” untuk bisa menembus level tertinggi kompetisi sepakbola Indonesia, sementara klub-klub LPI hampir semuanya baru terbentuk satu tahun terakhir.

Belum lagi masalah biaya operasional klub. Dengan bertambahnya jumlah klub, maka dana yang dibutuhkan akan semakin besar. Padahal selama ini klub selalu morat marit mencari dana, terlebih mulai musim depan tak ada lagi aliran dari ABPD. Ini dimaksudkan agar klub mandiri dan sebagai langkah awal menuju sepakbola profesional.

Saat ini saja sejumlah klub baik LPI dan LSI masih dihadapkan pada masalah pelik, minimnya aliran dana yang berakibat pada mandeknya gaji pemain.

Namun, pada akhirnya bagaimana format kompetisi ke depannya diserahkan kepada PSSI. Yang terpenting tidak membelok dari tujuan utama, yakni memajukan sepakbola Indonesia.

Sumber : www.okezone.com

                                                                                            

Chicharito Ingin Lebih Bersinar di Musim Keduanya

NEW JERSEY - Javier ‘Chicharito’ Hernandez akan memainkan musim keduanya bersama Manchester United di musim depan. Lantas, apakah yang jadi target si ‘Kacang Polong Kecil’ di musim 2011/2012 nanti?

Ditanya soal target, Chicharito mengaku tidak memasang target muluk. Striker yang baru bergabung dengan skuad United, hari ini, usai menjalani liburan pasca-membela Timnas Meksiko di Piala Emas CONCACAF, hanya berharap bisa tampil lebih baik dari debut musimnya yang mengesankan.

“Saya masih merasa sama seperti dulu. Saya bermain untuk tim terbaik di dunia,” ujar Chicharito yang mengaku tidak merasa seperti pemain bintang meski tampil cemerlang di musim lalu.

“Satu-satunya hal yang berubah adalah, dalam 12 bulan terakhir, saya telah memainkan banyak pertandingan,” tambahnya bersyukur karena mendapat kepercayaan pelatih Sir Alex Ferguson.

“Yang saya harapkan adalah bisa terus berkembang. Inilah salah satu hal terpenting yang ada dalam benak saya,” imbuh mantan pemain Chivas Guadalajara, Meksiko ini.

Chicharito memang terbilang sangat sukses menjalani musim perdananya di United, musim lalu. Striker 23 tahun ini mampu cepat beradaptasi dan mencetak 20 gol dari total 45 laga yang dimainkannya di semua ajang. Hernandez juga menjadi salah satu sosok vital dibalik kesuksesan Setan Merah menyabet titel Premier League ke-19 dan menembus final Liga Champions, meski pada akhirnya harus mengakui keunggulan Barcelona yang jadi juara.

“Kunci kesuksesan saya musim lalu, tak lepas dari peran (kepercayaan) pelatih dan rekan setim. Itu sangat berati besar buat saya sebagai bagian dari skuad Manchester United,” pungkasnya dikutip Tribalfootball, Selasa (26/7/2011).
Sumber : www.okezone.com

                                                                                             

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Host